MILENIA ZAIN (cerpen - karya : Egi Purnama)
Angin apakah yang baru saja
melewati? Percuma memikirkan jawabannya. karena angin sama halnya dengan cinta,
tak mampu dilihat, tak jelas bentuknya hanya dapat dirasa, meskipun dapat
dirasa terkadang perasaaan bisa dimanipulasi. Mungkinkah gurauan ini yang
selalu dirasakan orang lain.
Mental berteguh tuk
mengungkapkan tabir jiwa, hanya bisa bermimpi yang tak kunjung jua, siapakah
Dia yang selama ini berada di angan? Jika dipikr telah lama wanita ini hadir
dalam benak ini.
Bolehkah
bertanya?
Silakan mau
tanya apa?
Siapakah wanita
dengan ciri-ciri cantik, manis, tinggi semampai yang berada dikelasmu sering
melihat mengendarai sepeda motor berwarna merah hitam?
Itu namanya
Milenia zain! Kenapa?
Tidak apa-apa
hanya ingin tahu, terimakasih!
Nama yang begitu unik, bagaimana
untuk menyapanya? seketika berjumpapun terlihat aura yang acuh, tak
memperdulikan lingkungan sekitar, selalu saja bermimpi dan bermimpi, haruskah
mengorbankan diri?
Apakah ini yang dinamakan
psikopat, seiko? Waktu terus berlalu tanpa teraa terus mencari milenia zain di
media sosial namun tak menemukannya! Mata tertuju, seolah-olah batin memaksa
melihat jelas foto wanita idaman. Gembira bercampur haru, usaha berhasil namu
mental kembali menurun ketika melihat chat-pun tidak ada yang dibalasnya.
Seketik hadir isyarat tuk mundur
janganlah menghampiri, namun hati tak kuasa ketika hadir kembali senyum manis
dalam benak.
Sabtu pagi yang cerah, apakah
tadi malam tidak turun hujan? Terlihat dari jauh langkah kaki yang begitu
anggun diselimuti senyum masi sang pujaan hati, paksakan tuk berani!
Milenia?
Ia, siapa dan
ada apa?
Melayang ataukah tenggelam?
sepatah kata terlontar dalam bentuk pertanyaan sederhana namun seperti tak
memiliki nyawa, sekujur tubuh dingin, apakah ada malaikat menjemput?
kenalin Reza!
Bolehkah bertanya? tuturku dengan bingung.
Ia boleh!
jawaban begitu meyakinkan menaikan level percaya diri dan keberanian
Mengapa pesan
Ku di facebook tidak dibalas? jangan jawab sekarang lain kali saja!
Salahkah apa yang telah dikatakan
seperti mimpi, sulit tuk diingat, seperti apa realita hidup ini? Tapi memang
ini faktanya. Berhasil sudah mendekatinya meskipun hanya lima detik. hancurkan
prinsip atau kata mutiara "kita baru kenal".
********
Bolehkah Aku
jujur padamu, Milenia?
Kenapa harus bertanya
terlebih dahulu, bicara saja!
Aku telah lama
mengenalmu, namun ku hanya bisa memandangmu dari jauh. Terasa sakit jika harus
selalu seperti ini. Aku tahu, ini terdengar aneh dan tak wajar bagimu, tapi aku
memang menyukaimu, Milenia! gemetar mengatakan ini semua
Maksud kamu
perasaan dari hati, apakah cinta?
Terdengarnmya itu hanya
pertanyaan sederhana yang dilontarkan wanita, namun layaknya cercahan 27
pertanyaan dari 18 polisi
Ia, Aku cinta,
setahun lebih bagiku tuk mengatakan ini semua kepadamu
Satu tahun?
Tidak salah? Kita baru kenal bebrapa hari yang lalu! Ucap milenia dengan heran.
memang kita
baru beberapa hari berjumpa, namun aku telah lama kenal Kamu.
Aku hargai
kejujuran dan keberanianmu, Akupun tahu besok hari ulang tahunmu. jadikan itu kenangan
yang tak terlupa. aku ada satu permintaan!
Apakah itu
Milenia?
Beranikah kamu
mengungkapkan ini semua diantara semua orang?
Aku tersentak! Granat, ranjaukah
yang ada dibawah kaki ini?
*******
Selamat pagi
anak-anak! Ibu minta waktunya sekiat 5 menit, ada pengumuman dari seseorang,
silakan masuk!
Seperti berjalan di Arena Pacuan
Kuda, kaki serasa tidak menapaki bumi, keringat dingin, puluhana tatapan mata
begitu tajam layaknya hendak membunuh.
Selamat pagi
semua, sebelumnya perkenalkan nama saya Reza, ini bukan pengumuman tapi isyarat
yang akan disampaikan kepada seorang wanita yang telah lama hadir dibenak ini,
jujur Aku sayang Kamu, I love you Milenia Zain!
Tepuk tangan, sorak sorai lebih
kerasa dari pada suara ledakan bom nuklir terdengar jelas kegaduhan,
kalimat "Terima terima" yang dilontarkan banyak orang.
Ayo Milenia
maju kedepan! Ibu juga baru kali ini melihat kejadian seperti ini.
Milenia, aku
tahu gunung tidak dapat diraih, bintak tak akan bisa pula disentuh. aku tidak
sempurna dan Akutidak menginginkan itu semua, hanya satu pintaku, kejujuran!
Aku terima
cinta Kamu, Reza!
tercapai sudah segala mimpi ini,
semoga baik kedepannya
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar